Tampilkan postingan dengan label rang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

MASJID RAYA ISTIQAMAH KINARI

SUARA KINARI TV     13.59  No comments

Alamat : Kinari
MASJID ISTIQAMAH
TIPOLOGI
Masjid Jami
ID Masjid : 01.4.03.02.06.000006
Luas Tanah : 1.750 m 2
Status Tanah : Wakaf
Luas Bangunan : 750 m 2
Tahun Berdiri : 1897
Daya Tampung Jamaah : 450
No Telp/Faks : 85.278.876.247 / -
Fasilitas : Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Ruang Belajar (TPA/Madrasah), Aula Serba Guna, Perlengkapan Pengurusan Jenazah, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, Penyejuk Udara/AC, Sound System dan Multimedia, Pembangkit Listrik/Genset, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah
Kegiatan : Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu
Jumlah Pengurus : 6
IMAM KHATIB

Pada pertengahan abad ke 18 sekitar tahun 1850 H didirikan sebuah rumah ibadah di kenagarian Kinari yang dipelopori oleh H. Abdul Karim dan Angku Borong yang keduanya berasal dari suku tanjung yang bersama sama dengan masyarakat mendirikan rumah ibadah. Pada saat itu di Nagari Kinari belum ada masjid dengan semangat untuk menyiarkan agama dan melaksanakan ubudiyah kepada Allah SWT, beberapa orang tokoh masyarakat mencoba untuk mendirikan sebuah masjid dengan sarana dan prasarana yang minim dan sederhana.
Keadaan itu berlangsung lama sehingga pada tahun 1950 masjid ini dibongkar serta diperluas dipelopori oleh H. Tamim Khatib, Insyaudin Pakiah Batuah dan tokoh-tokoh muhammadiah lainnya. pada tahun 1960 masjid ini direnovasi kembali dan diberi nama " Masjid Raya Kinari " dibawah kepengurusan H. Tamim Khatib, Insyauddin Pakiah Batuah, tokoh-tokoh Muhammadiah bersama masyarakat Kinari dinamakan Masjid Raya karena pada saat itu sudah berdiri masjid yang lain.
Tahun 1985 masjid ini kembali di renovasi juga penggantian nama menjadi Masjid Raya Al Istiqamah Kinari" dibawah kepengurusan Bhakri Sutan Pamuncak, Buya Armanius, imam Bhasir serta para ulama, tokoh masyarakat dan tokoh Muhammadiah Nagari Kinari. Pada tahun 1990 di adakan perencanaan untuk mendirikan menara masjid, yang membutuhkan biaya sekitar kurang lebih Rp. 135.000.000 pada tanggal 30 Juli 2001 menara masjid ini diresmikan oleh wakil Gubernur Sumatera Barat.

Nagari kinari

SUARA KINARI TV     13.40  No comments

Nagari Cinta bernama KINARI:

Terbang pada ketinggian 10rb kaki diatas dataran Solok akan tersuguh pemandangan indah disepanjang lembah Batang Lembang. Disitu akan tampak sebuah komplek perkampungan dgn jaringan jalan dan sungai serta jejeran perumahan membentuk landskap berupa Jantung Hati yg melambangkan CINTA. Kampung itu bernama Nagari KINARI yg terletak sekitar 10km sebelah selatan kota Solok nun dikaki Utara Gunung Talang yg hingga saat ini masih dikategorikan sebagai gunung api aktif.
Nagari Kinari dihuni oleh sekitar 5000 penduduk yg sebagian besar masih terikat dlm tali persaudaraan (dunsanak) berdasarkan matrilinier dan hubungan darah dari ayah. Boleh dikatakan bahwa hampir tidak ada seorang Kinaripun yang tidak ada hubungan dunsanak dengan rang Kinari lainnya. Dengan demikian, penduduk Kinari semuanya badunsanak dan hidup damai dalam persatuan yang amat kuat.
Lebih dari itu, sesuai dengan lambangnya, masyarakat Kinari hidup dalam suasana penuh rasa CINTA dan gotong royong: saciok bak ayam - sadanciang bak basi, kabukik samo mandaki - kalurah samo manurun, barek samo dipikua - ringan samo dijinjiang. Bila ada pertikaian dan perselisihan itupun hanya bersifat temporary karena orang badunsanak biasa bak "kusuik-kusuik bulu ayam", sebentar juga akan rapi kembali.
Sewaktu menjabat Ketua Umum Kerukunan Warga Kinari (KWK) saya sampai meneteskan air mata karena terjadi perpecahan yang agak lama lantaran adanya pro-kontra ttg pemimpin nagari kami waktu itu. Alhamdulillah, pro-kontra itu sirna setelah terpilihnya pemimpin baru di nagari Kinari, dan masyarakat kamipun bersatu kembali. CINTA oh CINTA. I love Kinari.

Labels

Text Widget

Recent news

About Us